Jose Mourinho Siapkan Arda Guler Jadi Penerus Luka Modric
20 Agustus 2026 • Oleh Sahabat303 • Spanyol 2026
Jose Mourinho memiliki rencana besar untuk Arda Guler di Real Madrid setelah menguji sang gelandang dalam peran yang lebih dalam selama pramusim. Pelatih asal Portugal itu bahkan membayangkan Guler berkembang hingga memainkan posisi seperti legenda klub, Luka Modric.
Guler baru berusia 21 tahun, tetapi sudah menunjukkan kualitas sebagai salah satu kreator peluang terbaik di Eropa. Musim lalu, pemain asal Turki tersebut mencatat sembilan assist dan menjadi pemain dengan penciptaan peluang terbanyak di Liga Champions.
Tantangan bagi Real Madrid adalah menemukan posisi terbaik untuk Guler karena klub sudah memiliki Jude Bellingham sebagai gelandang serang utama. Situasi tersebut membuat peran lebih dalam menjadi opsi menarik agar kemampuan distribusi bola Guler tetap maksimal tanpa mengurangi kontribusi Bellingham.
Mourinho Punya Rencana Khusus
Guler sebelumnya sempat diproyeksikan sebagai gelandang serang nomor 10 seperti Mesut Ozil. Namun, Mourinho memiliki gambaran yang lebih jauh dengan menempatkannya secara bertahap sebagai pemain nomor 8 sebelum akhirnya menjadi nomor 6.
“Saya jatuh cinta pada Arda Guler sebagai seorang pemain. Saya pikir dengannya akan seperti Luka Modric, pada akhirnya dia akan menjadi nomor 8, dan kemudian nomor 6,” ujar Mourinho seperti dilansir Madrid Xtra.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mourinho tidak hanya memikirkan kebutuhan Guler untuk saat ini. Ia ingin mengembangkan pemain Turki itu menjadi gelandang yang mampu mengatur permainan dari posisi lebih dalam.
Terinspirasi Peran Luka Modric
Ide tersebut sebenarnya pernah muncul ketika Carlo Ancelotti masih menangani Real Madrid. Ancelotti sempat mencoba Guler sebagai regista dengan posisi lebih dalam agar kemampuan umpannya dapat digunakan untuk membongkar pertahanan lawan dari area yang lebih jauh.
Mourinho kini kembali menghidupkan konsep tersebut dengan pendekatan berbeda. Guler berpotensi bermain sebagai nomor 6 dalam skema dua gelandang, berdampingan dengan Bernardo Silva atau gelandang box-to-box yang menjalankan peran nomor 8 lebih aktif.
Peran tersebut juga dapat membuka ruang bagi Guler untuk mengembangkan kemampuan membaca permainan dan mengontrol tempo. Meski tidak memiliki karakteristik yang sama dengan Modric, ia mempunyai kualitas umpan yang sangat baik untuk menjalankan fungsi pengatur serangan.
Guler Bisa Jadi Pilar Masa Depan
Guler memang belum memiliki kemampuan fisik dan dribel seperti Modric pada masa terbaiknya. Akan tetapi, kemampuan membawa bola dalam transisi meningkat setelah ia lebih sering bermain sebagai gelandang kiri dalam formasi 4-4-2 pada musim lalu.
Dengan Jude Bellingham berada di depan dan Guler bermain lebih dalam, Real Madrid dapat memaksimalkan kelebihan keduanya. Guler bisa fokus pada distribusi serta penciptaan peluang, sementara Bellingham memiliki kebebasan lebih besar untuk masuk ke kotak penalti.
Mourinho kini memiliki tugas penting untuk mengembangkan evolusi permainan Guler secara bertahap. Jika rencana tersebut berhasil, Real Madrid bukan hanya mendapatkan gelandang kreatif, tetapi juga calon pengatur permainan yang dapat menjadi bagian penting klub dalam jangka panjang.

